Our Trusted. 24 x 7 hours free delivery!

Fakta-Fakta Menarik IMT hingga Ditemukannya Kalkulator IMT

Pesan dari Timbangan Untuk Berat Badan Anda

Sebuah metode perhitungan berat badan bernama BMI atau dalam istilah Indonesia disebut sebagai IMT, akhir-akhir ini semakin populer. Perhitungan indeks masa tubuh ini digunakan untuk menunjukkan kondisi tubuh yang ideal. Bahkan perhitungan tersebut semakin mudah dengan penemuan kalkulator IMT yang bisa ditemui secara online dalam website maupun aplikasi smartphone gratis.

Nah, ada beberapa fakta menarik terkait dengan metode perhitungan IMT ini, apa saja fakta tersebut?

  • Ditemukan di Awal Abad 19 dan Semakin Mudah dengan Kalkulator IMT

Body mass index ini ternyata ditemukan sudah sangat lama, yaitu pada kurun waktu antara 1830 hingga 1850. Penemuan ini dipatenkan oleh polymath asal Belgia Adolphe Quetelet dan hingga sekarang masih tetap digunakan untuk menghitung berat badan ideal seseorang.

Meski tidak digunakan untuk mengukur persentase lemak tubuh, namun tetap bisa menunjukkan proksi heuristik lemak tubuh yang membandingkan antara berat badan dengan tinggi seseorang. Metode ini sangat mudah dan cepat untuk menentukan seberapa ideal tubuh seseorang.

Meski banyak diragukan keakuratannya, namun tetap saja menjadi salah satu perhitungan yang efektif dalam mengukur proporsi tubuh seseorang. Sehingga masih digunakan sebagai acuan kebutuhan nutrisi tubuh di seluruh dunia hingga sekarang ini.

Bahkan saat ini dengan kemajuan teknologi, setiap orang bisa melakukan perhitungan menggunakan kalkulator IMT secara praktis. Banyak aplikasi smartphone tersedia secara gratis, dan juga banyak website kesehatan yang menyediakannya untuk memudahkan perhitungan IMT ini.

  • IMT Memiliki Nilai yang Cukup Akurat dalam Mengukur Massa Tubuh yang Ideal

Banyak sekali perdebatan mengenai keakuratan dari perhitungan kalkulator IMT ini. Karena masih banyak faktor yang harus digunakan untuk menentukan kondisi tubuh yang sebenarnya, seperti persentase lemak dalam tubuh, distribusi lemak, dan lain sebagainya.

Namun demikian, IMT ini tetap menjadi perhitungan yang cukup akurat dalam menentukan dimana seseorang berada dalam kondisi yang berbahaya atau tidak. Dalam kategori yang ditentukan, seseorang bisa terlihat mengalami obesitas, atau sebaliknya berada dalam kondisi kekurangan gizi.

  • Butuh Variabel Lain untuk Melengkapi Perhitungan IMT

Bisa dikatakan IMT ini menjadi penunjuk utama dalam melihat kondisi tubuh. Dalam skala populasi yang besar memang sangat tepat sebagai cara untuk memetakan kondisi populasi tersebut. Namun demikian, untuk mendapatkan status kesehatan yang akurat dalam setiap individu masih perlu variable lain.

Beberapa variabel tersebut berupa umur, jenis kelamin, lingkar pinggang, persentase lemak, dan lain sebagainya. Sehingga benar-benar bisa melengkapi kekurangan dalam melihat status kesehatan pada perhitungan dari kalkulator IMT ini.

  • IMT Bisa Memberikan Informasi Distribusi Lemak

Nilai hasil dari perhitungan IMT mampu memberikan informasi distribusi lemak dalam tubuh. Nilai yang dihasilkan ini menjadi indikator seseorang dalam menentukan tipe diet, kebutuhan nutrisi, dan juga olahraga yang tepat. Terbukti saat ini banyak orang menggunakannya sebagai acuan dalam menyusun pola diet dan olahraga agar mendapat tubuh yang proporsional.

  • Hasil IMT Lebih dari 25 Tidak Selalu Menunjukkan Obesitas

Ketika seseorang mendapatkan angka lebih dari 25 jangan panik dulu. Karena belum tentu mengalami obesitas. Masih banyak variabel lain yang harus digunakan dalam menentukan kondisi tubuh seseorang. Seperti persentase lemak, massa otot, massa tulang, dan perhitungan lainnya.

Seperti dikatakan sebelumnya, bahwa IMT hanya menjadi metode awal dalam memetakan kondisi seseorang. Agar bisa mendapatkan status kesehatan yang lengkap dibutuhkan beberapa metode lainnya, sehingga jangan panic terlebih dahulu ketika mendapat angka IMT lebih dari 25.

Itulah beberapa fakta dari perhitungan kalkulator IMT yang sudah digunakan sejak awal abad 19, dan hingga kini tetap menjadi acuan utama dalam melihat kondisi tubuh seseorang. Meski, keakuratannya tidak mencapai 100%, namun tetap saja IMT masih cukup valid sebagai acuan dalam menentukan pola diet dan olahraga, agar mendapat tubuh yang ideal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>